Wednesday, March 14, 2012

Andai Masa Itu Ada...

Masaku kini terlalu suntuk atau aku yang terpedaya dengan masa. Entahlah, aku cuba mencari erti namun masa seringkali membuatkan aku terleka.
Masa lapang, aku sekadar berehat.
Masa tidur, aku sekadar khayal dalam mimpi.
Masa lapar, aku lupa daripada asal usul makanan itu.
Masa kenyang, aku dibuai kesedapan yang hanya singgah di kerongkong.
Masa letih, aku lupa keletihan yang ikhlas ada ganjaran.
Apakah kalian tidak begitu? Jika tidak, kamu bukan insan biasa. Kamu adalah mereka yang dipelihara / disayangi olehnya.

Hidup Yang Sempurna ...?

Dalam perjalanan hidup… dalam perjalanan ke tempat kerja… dalam perjalanan meningkatnya usia… dalam perjalanan mendidik keluarga, hidup siapakah yang sempurna?
Pasti ada kelemahan, pasti ada yang memuji, pasti ada yang mengeji, pasti ada yang menyayangi dan membenci…
Namun, begitulah dalam mencari kesempurnaan, semakin banyak kekurangan akan ditemui.. Bukankah ia tanda kita manusia, yang tidak akan pernah sempurna walaupun kita makhluk yang sebaik-baiknya???

Demi Cinta...

TELAH SEKIAN LAMA KU CUBA UNTUK MENDALAMI CINTA YANG SUKAR DIMENGERTIKAN...TAPI SAYANGNYA...SEMAKIN CUBA UNTUK KUSELAMI SEMAKIN DALAM AKU TENGGELAM DAN LEMAS DILAUTANNYA...MAKA KINI AKU PUTUSKAN CINTA ITU BUKAN UNTUK DIPELAJARI ATAU DINILAI...CINTA ITU SEPATUTNYA DIRASAI...DIALAMI...DAN...DIMILIKI...
DEMI CINTA AKU MENYINTAINYA...DEMI CINTA AKU MENYAYANGINYA...DARI DALAMNYA LAUTAN DAN TINGGINYA GUNUNG- GANANG...DARI TERBITNYA MENTARI HINGGA TERBENAMNYA REMBULAN...DARI PENUHNYA JUTA-JUTAAN BINTANG DIDADA LANGIT HINGGA LEMBUTNYA SENTUHAN AWAN-GEMAWAN...CINTAKU HANYA UNTUKNYA...

I miss You.....

“I miss you when something really good happens, because you are the one I want to share it with. I miss you when something is troubling me, because you are the one who understands me so well. I miss you when I laugh and cry because i know that you are the one that makes my laughter grow and my tears disappear. I miss you all the time, but I miss you most when i lay awake at night and think of all the wonderful times we spent with eachother ; for those were some of the best times of my life.”


Bahagian Badan Yang Paling Bererti.....

Ibuku selalu bertanya padaku apa bahagian badan yang paling penting.Bertahun-tahun, aku selalu meneka dengan jawapan yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu."
Jawab Ibuku, "Bukan. Ramai orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar.

Jadi, kali ini aku mengatakan, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah kerana ramai orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu, "Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, datukku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis.
Bahkan, ayahku menangis. Aku mengingatinya kerana itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis.
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada datok.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bahagian badan yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup".

Untuk semua bahagian badan yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa.
Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata.
Dia berkata, "Sayangku, bahagian badan yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah kerana fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi kerana bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.

Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila- bila pun kamu memerlukannya."

Akhirnya, aku tahu, bahagian badan yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.

Tetapi, orang tidak akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka bererti.
Just because the past is painful, Doesn't mean the future will be. So never let events from the past,
Change the events for future, or You will be miserable forever…

10 Renungan Bagi yang ditimpa Musibah/ ujian....

Ujian menimpa siapa saja tidak mengira usia, pangkat atau darjat. Sebagaimana orang miskin diuji…orang kayapun demikian. Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian… para penguasa juga diuji. Bahkan boleh jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.

Jangan disangka hanya si miskin yang menangis akibat ujian yang ia hadapi…, atau hanya si miskin yang merasakan ketakutan… bahkan seorang penguasa boleh jadi lebih banyak tangisannya dan lebih parah ketakutan yang menghantuinya daripada si miskin. Intinya setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya… siapapun juga orangnya. Entah diuji dengan kesulitan atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah untuk diminta pertanggung jawaban bagaimana sikap dia dalam menghadapi ujian tersebut. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Memang dunia ini adalah medan ujian…kehidupan ini ada medan perjuangan…Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman ;

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

"Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun"
(QS Al-Mulk : 1-2)

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgahsana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya"
(QS Huud : 7)

Jikalau orang kafir juga tidak selamat dari ujian kehidupan, maka apatah lagi seorang yang beriman kepada Allah?, pasti akan menghadapi ujian. Allah Ta'ala berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS Al-'Ankabuut : 2)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS Al-Baqaroah : 155)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cubaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cubaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling soleh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun"
(Disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

Jika anda terkadang merasakan ujian yang terus menimpa anda maka itulah yang pernah dirasakan oleh seorang Imam besar sekelas Imam Syafii. Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :

مِحَنُ الزَّمَانِ كَثِيْرةٌ لاَ تَنْقَضِي ... وَسُرُوْرُهَا يَأْتِيْكَ كَالْأَعْيَادِ

Cubaan zaman banyak tidak habis-habisnya….
Dan kegembiraan zaman mendatangimu (sesekali) seperti sesekalinya hari raya


Bahkan terkadang ujian datang bertubi-tubi dan bertumpuk-tumpuk. Imam Syafi'i rahimahullah juga berkata :

تَأْتِي الْمَكَارِهُ حِيْنَ تَأْتِي جُمْلَةً ... وَأَرَى السُّرُوْرَ يَجِيْءُ فِي الْفَلَتَاتِ

"Hal-hal yang dibenci tatkala datang bertumpuk-tumpuk…
Dan aku melihat kegembiraan datang sesekali"
 

Berikut ini 10 perkara yang hendaknya direnungkan oleh anda jika anda ditimpa musibah atau ujian :

Pertama : Yakinlah bahwa selain andapun juga diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan…, ada yang diuji dengan harta, jabatan, dan kekuasaan… ada yang diuji dengan isteri yang berakhlak buruk…, ada wanita yang diuji dengan suami curang…, ada wanita yang diuji dengan mertua jahat…, ada yang diuji dengan ibunya…, dan terlalu banyak model ujian yang menimpa manusia. Maka anda sebagaimana manusia-manusia yang lain yang juga ditimpa musibah / ujian yang beraneka ragam

Kedua : Sabarlah dengan ujian yang sedang anda hadapi…, Alhamdulillah anda masih boleh menghadapinya. Boleh jadi jika anda diuji dengan ujian yang lain maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahwa tidaklah Allah menguji kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi oleh seorang hamba

Ketiga : Terkadang syaitan membisikkan kepada anda bahwa ujian yang anda hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk anda hadapi… maka ingatlah bahawa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang anda hadapi

Keempat : Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan darjat??

Kelima : Bahkan boleh jadi Allah menghendaki anda untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di syurga yang tidak mungkin anda peroleh dengan hanya sekadar amalan-amalan soleh anda. Amalan soleh anda tidak cukup untuk menaikan anda ke tempat tinggi tersebut. Anda tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hentinya untuk mengangkat darjat anda.

Keenam : Ingatlah… dengan ujian terkadang kita baru sedar bahawasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu memerlukan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya khusyuk dalam solat… kita baru dapat merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata… kita baru dapat merasakan nikmatnya ibadah… tatkala ujian datang… tatkala musibah menerpa.

Ketujuh : Ingatlah… dengan ujian atau musibah yang menimpa kita terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita. Kerana tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahawa diri kita hebat selalu beruntung. Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah. Bahkan perkaranya justeru sebaliknya. Nabi saw bersabda

إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ

“Jika Allah mencintai sebuah kaum maka Allah akan menguji mereka”
(Disahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 146)

Kelapan : Berhusnudzonlah kepada Allah, yakinlah bahawa dibalik ujian dan musibah yang menimpamu ada kebaikan dan hikmah. Justeru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpamu maka akan lebih buruk situasimu. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

“Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian” (QS Al-Baqarah : 216)

Kesembilan : Bahkan boleh jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut bahkan mendatangkan banyak kebaikan. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلُ اللهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
(QS An-Nisaa : 19)

Kesepuluh : Ingatlah bahawasanya tidak ada istrirehat … kegembiraaan abadi… kecuali di akhirat kelak. Selama anda masih hidup di dunia maka siap-siaplah dengan ujian yang mendatang. Bersabarlah… tegarlah… demi meraih ketentaraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga. Ada orang awam yang berkata, “Kalau mahu hidup di dunia harus siap diuji, kalau tidak mahu diuji nya… jangan hidup di dunia !!!”